Peduli Kemanusiaan Untuk Donggala dan Palu




Ketika dunia tak lagi menghiraukanmu, disitulah kau akan merasakan betapa sulitnya menghargai sesama. Entah kesekian kalinya, ku tak pernah menyerah pada satu problem. Ku ingin kalian merasakan kebahagiaan apa yang orang lain rasakan, meski diriku tak pernah merasakan hal itu sedikit pun.


Hari ini ahad, 7 oktober 2018 ku merasakan hal yang sangat luar biasa. Ku harus memperjuangkan hidupku yang telah rapuh, melawan rasa sakit ketika orang lain sangat membutuhkan bantuan ku. Dan disaat itulah aku merasakan 1 hal “jangan hanya mementingkan hal-hal lain saja, tapi dirimu sendiri juga harus kau urus” seketika aku berserah diri. 8 jam waktu yang sangat singkat untuk sejenak istirahat, karna raga ini tak mampu untuk berdiri tegak.


Mengapa hari ini begitu berharga bagiku? Karna hari ini adalah hari kepedulian kami untuk Donggala & Palu (Sulawesi Tengah) yang telah tertimpa bencana alam gempa bumi dan tsunami. Hari ini saya bersama organisasi PMII Aryo Penangsang Cepu, PIK-Ma, BEM, DPM, HMJ Syari’ah, HMJ Tarbiyah, HMJ Ekonomi, Racana, IPNU, Banser, Tari Sufi, dan Komunitas Musik Campur Sari dan DJ telah melakukan penggalangan dana turun ke jalan hingga mengadakan konser amal untuk peduli saudara kita disana.


Begitu bahagia nya diriku ketika mengetahui mereka ‘masyarakat cepu’ yang antusias menyumbang berupa donasi uang, pakaian, tas, maupun barang-barang berharga untuk mereka yang sedang tertimpa bencana disana. Tetapi disisi lain kami tak bisa melakukan 1 hal yang mungkin tidak dapat kami capai, yakni mengirimkan barang-barang untuk mereka dengan pengiriman 0 rupiah. Karna kami tak sanggup harus membayar ongkos kirim yang notabenya tempatnya luar jawa. Kami sangat membutuhkan pengiriman 0 rupiah (tanpa biaya sepeserpun) kalaupun kami kirimkan dengan memakai donasi uang yang telah terkumpul itu tidaklah mungkin dan uang yang kita bawa adalah tanggungjawab kita di akhirat kelak. Kita telah berusaha menghubungi pihak POS Indonesia, JNE, J&T tapi mereka semua belum menerima dengan pengiriman 0 rupiah.



Ya sudah lah, apadaya. Kami tetap semangat, dan tetap mengumpulkan seluruh tenaga kami untuk menghubungi pihak-pihak yang ikhlas menerima dengan pengiriman 0 rupiah. Sampai detik ini kami masih membutuh pengiriman tanpa biaya. Andaikan ada segera hubungi kami di koment blog saya.


Untuk saudara-saudara ku yang berada di Donggala & Palu tetap semangat, jangan bersedih kami disini akan slalu mendoakan kalian yang terbaik. Dan semoga keluarga yang telah ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.


Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi oranglain.
Mari bersatu dan ulurkan tangan untuk saudara-saudara kita yang ada di Sulawesi Tengah

Sekian terimakasih J


Komentar